Archive for August, 2005

lupa-lupa

Friday, August 19th, 2005

perempuan itu mengirim pesan singkat, aku baru potong rambut. pendek banget
wah padahal aku suka rambutmu panjang, balasku
lupakan enaknya mengelus rambut panjangku, hidup adalah pertarungan antara ingat melawan lupa…
sialan, menyesal kukenalkan dia dengan kundera

Prinsip atau Prinshit?

Friday, August 19th, 2005

Terjebak lagi nonton tayangan kabar selebritas (orang (sok) pintar menyebutnya infotainment). Ada artis (keartisan aktingnya tidak seberapa) menggugat cerai pasangannya. “Kami berbeda prinsip,” kira-kira begitulah yang meluncur dari mulut si pesohor.

Prinsip? Masihkah kata itu berlaku di dunia yang sama-sama kita akui tidak lagi hitam putih ini? Di dunia yang semakin miskin oposisi biner ini? Di dunia dimana Eminem saja bernyanyi bersama Elton John?

Harap maklum, prinsip ini lebih sering bersifat diplomatis, daripada penjelasan yang jelas, lugas dan ‘prinsipil’ tentang prinsip yang dimaksud. Perkara prinsip, jadi terngiang lagu Grow Old With You. Sampai sekarang penilaianku belum berubah, ini lagu paling romantis yang pernah diciptakan. Adam Sandler memang menyanyikannya seperti kurang semangat dan niat.

Romantisnya bukan terletak pada janji yang maha dahsyat dari seorang kekasih. Tapi janji-janji sederhana seperti, I’ll need you/I’ll feed you/Even let ya hold the remote control. Berbagi remote control bukan hal yang mudah, bagi pasangan suami istri sekalipun (karena itu banyak rumah memiliki tv lebih dari satu. Tapi mungkin ini tidak terjadi di negeri tiran yang saluran televisinya cuma satu).

Kalau dipikir menikah cukup bernuansa horor. Berbagi lemari baju dengan orang lain jelas bukan komedi romantis apalagi komedi situasi. Loh, kalau susah, lemari bajunya terpisah saja! Tapi kata pastor: “Kalian tidak lagi dua, tetapi satu. Lemari kalian tidak tidak lagi dua, tetapi satu” =)

Ayat tadi menjadi sebuah peneguhan akan rumitnya piramida sebuah sistem pernikahan. Dari sebuah sistem yang prinsipil tentang sebuah ‘kesatuan’ suami-istri menjadi sebuah sistem kamar dengan sebuah lemari baju demi terwujudnya sebuah sistem efisiensi ruang. Karena itulah Steven R Covey menulis buku Seven Habits for Highly Effective Families, bukan Seven Habits for Highly Effective Marriage atau Seven Habits for Highly Efficient Marriage (karena Bung Covey pasti mengakui pernikahan itu sendiri sudah tidak efisien).

Pernikahan sebagai suatu sistem sosial melahirkan begitu banyak sistem-sistem kecil, yang kerap tak terperhatikan. Seperti sistem yang kusebut mandi-pergi di rumah orang tuaku. Bapakku, seorang yang tenang dan tak pernah tergesa melakukan apa saja. Tapi kalau akan keluar rumah bersama, dia akan selalu berupaya untuk selesai mandi paling dulu dari semua orang.

Setelah rapi dia akan menunggu di luar rumah sampai yang lain selesai. Pernah kutanya alasannya (karena mencurigai kebiasaan itu agar dia punya alasan untuk menyalahkan yang lain kalau terlambat tiba di tujuan). “Bapak berpinsip, kepemimpinan itu ditunjukkan dengan paling duluan siap berangkat, dari yang lain.” Kutanya lagi, kan tidak ada yang hancur kalau ‘prinsip’ itu tidak berjalan? “Seperti janji, yang namanya prinsip harus dipenuhi,” kata bapak.

Dan aku baru saja berjanji, akan membuat 33 piercing di seluruh tubuh, kalau tersiar kabar ada artis meninggalkan pasangannya perkara remote control tv. Ini janji, belum prinsip.

PS: untuk bagya dan hendro yang akan menjajal sistem baru. kamerad, yang gua denger, menikah itu seperti pindah operating system, dari microsoft ke linux. Jangan berpikir akan bisa kembali ke Microsoft lagi. Sekalian aja ke Mac OS.  cheers=)

sisifus-bahagia

Wednesday, August 17th, 2005

tidak ada larangan bagimu menjadi sisifus. kita sama-sama tahu batu itu begitu berat untuk diungkit menuju puncak bukit. sampai di puncak, sadarmu mendorong lagi batu itu ke jurang. dorong ke puncak lagi, jatuhkan lagi. dorong ke puncak lagi, jatuhkan lagi. tidak ada yang melarangmu untuk terjerembab pada kebodohan yang sama berulang dan berulang. tapi kubocorkan sesuatu…. sisifus melakukannya dengan bahagia. engkau bahagia?

warna bendera

Monday, August 15th, 2005

mudah-mudahan tak lupa dengan warna bendera sendiri. merde…..!Merah_putih_frame

pendidikan politik

Monday, August 15th, 2005

masih belia, tapi karena rajin nonton berita di televisi si jonih menemukan banyak istilah baru. dia bertanya pada bapaknya yang mantan aktivis kampus, "pa, politik itu paan sih?" dengan cadelnya.

si bapak yg sedang membaca das kapital menjawab, "waduh… papa kasih contoh ya. misalnya keluarga kita, papa pulang ke rumah bawa uang, maka papa bisa disebut Kapitalis. mamamu yang membelanjakan uang kita sebut Pemerintah. kami berdua mengurusmu, maka kamu ibaratnya sebagai Rakyat. mbak sri kita namai Buruh. pak satpam itu ibarat Militernya. dan adikmu yang suka ngompol itu sebagai generasi masa depan. ngerti?" tanya bapaknya.

jonih masih kebingungan, tapi mbak sri sudah menyuruhnya tidur. tengah malam, dia terbangun karena adiknya menangis. beranjak dari tempat tidur dan mengetuk pintu kamar orang tuanya. namun anak kecil itu tak mendapati bapak-ibunya. lalu dia pergi ke kamar tidur pembantu, betapa kagetnya jonih ketika melihat bapaknya bobok bersama mbak sri. dengan frustrasi joni melapor ke pos jaga satpam di halaman rumah. tapi dia mendapati ibunya sedang bertamasya dengan satpam. jonih pun kembali ke kamarnya.

esok harinya, jonih ditanya bapaknnya, "gimana kamu udah bisa menerangkan arti politik dalam bahasa kamu sendiri?"

"ya, sekarang saya tahu. Kapitalis ngerjain buruhnya. sementara Pemerintah berkolusi dengan militernya. Rakyat benar-benar tidak tahu. Dan masa depannya hancur!"

dalang-wayang

Saturday, August 13th, 2005

Dalang bukan sang dalang tapi sang wayang

bukan sang wayang tapi sang dalang

tiket-waktu

Wednesday, August 10th, 2005

kugenggam sepucuk tiket

bisa untuk ke masa depan

bisa menuju masa lalu

pilih sesukamu

jkt 11 agt 2005

seimbang-kalah

Wednesday, August 10th, 2005

kenapa kau tak mau berkuasa? jawabnya: semua ada perannya, ada yg berkuasa ada yang dikuasai. biar seimbang

kenapa kau betah hidup miskin? jawabnya: ah, kaya miskin itu harus ada, biar seimbang.

konsep kesimbangan diciptakan oleh mereka yang kalah…

smg 10 agt 2005

buram nasib

Wednesday, August 10th, 2005

dengarkan ceritaku tentang seorang lelaki yang berkeringat mengusir hujan. agar panas munculkan semburat pelangi bagi cintanya. yang memahat garis tangannya. agar nasib tak seburam yang digariskan.

tapi cerita selalu punya babak. dan buku selalu saja dibakar.

smg, 9 agustus 2005