pendidikan politik
masih belia, tapi karena rajin nonton berita di televisi si jonih menemukan banyak istilah baru. dia bertanya pada bapaknya yang mantan aktivis kampus, "pa, politik itu paan sih?" dengan cadelnya.
si bapak yg sedang membaca das kapital menjawab, "waduh… papa kasih contoh ya. misalnya keluarga kita, papa pulang ke rumah bawa uang, maka papa bisa disebut Kapitalis. mamamu yang membelanjakan uang kita sebut Pemerintah. kami berdua mengurusmu, maka kamu ibaratnya sebagai Rakyat. mbak sri kita namai Buruh. pak satpam itu ibarat Militernya. dan adikmu yang suka ngompol itu sebagai generasi masa depan. ngerti?" tanya bapaknya.
jonih masih kebingungan, tapi mbak sri sudah menyuruhnya tidur. tengah malam, dia terbangun karena adiknya menangis. beranjak dari tempat tidur dan mengetuk pintu kamar orang tuanya. namun anak kecil itu tak mendapati bapak-ibunya. lalu dia pergi ke kamar tidur pembantu, betapa kagetnya jonih ketika melihat bapaknya bobok bersama mbak sri. dengan frustrasi joni melapor ke pos jaga satpam di halaman rumah. tapi dia mendapati ibunya sedang bertamasya dengan satpam. jonih pun kembali ke kamarnya.
esok harinya, jonih ditanya bapaknnya, "gimana kamu udah bisa menerangkan arti politik dalam bahasa kamu sendiri?"
"ya, sekarang saya tahu. Kapitalis ngerjain buruhnya. sementara Pemerintah berkolusi dengan militernya. Rakyat benar-benar tidak tahu. Dan masa depannya hancur!"
September 15th, 2005 at 4:57 pm
nice one pak.